KIat Dahsyat menjadi Da'i Hebat

KIat Dahsyat menjadi Da'i Hebat

Beli Rumah Tanpa Modal Malah dapat Penghasilan

Sabtu, 01 November 2008

Beribadah kepada Allah sebagai tujuan Hidup


Beribadah kepada Allah sebagai Tujuan Hidup.
Oleh. N.Faqih Syarif H

Sobat, Hidup bukanlah tujuan tetapi hidup adalah suatu proses bagaimana kita menciptakan nilai tambah diri kita terhadap diri, keluarga dan masyarakat untuk menggapai ridho Allah SWT guna kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akherat. Apalah artinya hidup kalau kita sama sekali tidak memiliki nilai tambah dan kebermanfaatan bagi diri dan sesama. Apalah artinya hidup jika kita banyak berbuat maksiat dan abai terhadap aturan Allah. Bukankah Allah yang menciptakan kita, tentu Allah lebih tahu akan aturan mana yang pas dan cocok bagi hambanya. Allah tidak mungkin menelantarkan makhluk-Nya. Dia menjamin rezeki mereka semua. Garansi rezeki ini diberikan kepada semua makhluknya. Allah tidak pandang apakah hamba-Nya itu beriman atau ingkar, dengan kemahaadilan-Nya, rezeki tetap dikucurkan kepada siapa saja. Sebagaimana tertuang dalam firmannya;

” Dan tidak ada suatu binatang (makhluk) yang melata di bumi ini melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam dan penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata,”( TQS Hud (11) : 6)

Allah SWT menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Karena itu, ketika seorang hamba sadar dengan fitrah diturunkannya ke bumi ini, maka saat menerima rezeki dari Allah pun juga tetap dalam bingkai ibadah.Apakah jalan untuk menampung rezeki itu diperoleh dengan bekerja atau sebagai pengusaha, semuanya selalu dikontekskan laku ubudiah.
Jadi, apa pun aktivitas seorang hamba di dunia ini, muaranya harus pada pengabdian yang diaplikasikan dalam penyembahan kepada Allah SWT. Bila kondisi ini sudah disadari sejak awal, hati kita akan cerdas dan sehat. Kecerdasan dan kesehatan hati inilah yang akan mempengaruhi semua pergerakan hidup dan kehidupan. Menyembah Allah berarti – menyelaraskan semua perbuatan lahir dan batin dengan kehendak Allah. Apapun yang kita lakukan harus dilandasi niat untuk menggapai ridho Allah dan cinta-Nya. Dengan kata lain, segala perbuatan yang kita lakukan semata-mata dalam rangka menyembah dan pengabdian kepada-Nya. Inilah yang disebut Ibadah.

Sobat, tujuan hidup seorang muslim pada hakikatnya adalah menyerahkan seluruh eksistensi dirinya untuk menyembah Allah dengan ikhlas. Juga melepaskan diri dari syirik-syirik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.
Surga adalah puncak kehidupan sekaligus tujuan akhir manusia yang sarat dengan kenikmatan,keindahan dan kebahagiaan. Di sinilah manusia akan memperoleh nikmat yang hakiki dan sempurna, yaitu ketemu dan melihat Tuhan.
” Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri ( bercahaya ); karena mereka melihat Tuhannya,” ( TQS Al-Qiyamah(75): 22-23 )
Pertemuan dengan Allah itulah yang menjadi puncak tujuan manusia beribadah. Orang yang hatinya bersih hanya gembira, bahagia, dan senang saat berjumpa dengan Allah. Untuk mencapainya, hanya amal ibadah yang dapat dijadikan sarana, bukan kemewahan harta dunia, karena semua itu tidak bernilai di hadapan-Nya. Bukan juga sifat,pangkat, atau kedudukan yang tinggi.
Menyembah Allah sebagai tujuan hidup ini memiliki resultan yang erat dengan pencapaian bisnis yang sehat. Sederhana atau mengguritanya sebuah bisnis yang Anda miliki, tak akan berarti apa-apa, bila ternyata hasil bisnis itu tidak membuahkan penyembahan atau ibadah kepada-Nya. Kita akan menjadi hina di mata Allah jika bisnis yang kita jalankan tidak mendasarkan pada pakem-pakem yang sudah digariskan oleh-Nya. Kita tidak akan masuk dalam golongan orang-orang yang beruntung, jika hati kita buta dan tuli, tidak menyadari bahwa semua yang kita miliki itu berasal dari-Nya.
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Tidak ada komentar: