Islam dan Hidup SehatSemua orang pasti ingin hidup sehat. Karenanya, berbagai macam usaha akan dilakukan, seperti; olah raga, mengkonsumsi makanan bergizi, menambah nutrisi dengan makanan suplemen, mengatur antara kegiatan dan istirahat dan lain-lain, agar badan tetap dalam kondisi sehat. Sementara itu, bagi yang sakit akan senantiasa mencari cara, misalnya; minum obat, pergi ke dokter, tabib, dukun dan sebagainya, agar sembuh dari sakit dan menjadi sehat kembali.
Hanya saja, belum banyak orang yang mencari dan menggunakan cara-cara untuk menjaga kesehatan badan dan mengobati badan yang sakit agar kembali menjadi sehat, yang didasarkan pada petunjuk wahyu (Al Quran dan As Sunnah). Hal ini disebabkan karena adanya pemahaman bahwa agama (Islam) hanya mengatur masalah-masalah peribadatan dan moral saja. Padahal, kalau kita baca Al Quran dan As Sunah, maka akan kita dapati bahwa Islam itu mengatur seluruh bidang kehidupan termasuk kesehatan; baik menyangkut cara menjaga kesehatan, sumber penyakit maupun obat dan cara pengobatannya.
Islam sebagai agama yang kamil (sempurna) telah mengajarkan keyakinan bahwa yang memelihara manusia dari segala macam penyakit dan yang menurunkan penyakit adalah Allah. Dan bagi tiap-tiap penyakit Allah SWT telah menurunkan obatnya. Karenanya, kita disunnahkan untuk berobat, asal tidak menggunakan cara dan obat yang haram. Nabi SAW bersabda:
”Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan menjadikan bagi setiap penyakit itu obat. Karena itu hendaklah kamu semua berobat dan jangan berobat dengan benda yang haram.” (HR. Abu Daud)
”Berobatlah kamu, karena sesungguhnya Allah SWT yang menurunkan penyakit, Dia (Allah SWT) juga yang menurunkan obatnya.” (HR. Ahmad)
Dalam upaya menjaga kesehatan, Nabi SAW dalam sebuah sabdanya menganjurkan agar berpuasa. Dengan berpuasa, kerja dari organ pencernaan akan ringan, sehingga tidak cepat mengalami ’kerusakan’. Selain itu, Nabi juga mewanti-wanti agar perut kita tidak penuh diisi dengan makanan saja, akan tetapi harus dibagi menjadi tiga bagian; sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiganya lagi untuk udara. Begitu pula, perut haruslah diisi dengan makanan dan minuman yang halalan thayiban. Apabila perut diabaikan, maka segala penyakit akan mudah menyerang. Nabi SAW bersabda:
”sumber utama penyakit adalah perut”. (Al Hadits)
Berkaitan dengan obat dan pengobatannya, Allah SWT dan Rasul-Nya juga telah memilihkan untuk kita. Allah SWT berfirman:
”Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ’Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)’. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS. Aln Nahl [16]: 68-69)
Nabi SAW bersabda:
”Gunakanlah dua penyembuh: madu dan Al Quran”. (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)
Dalam usaha untuk memperoleh kesembuhan, Nabi SAW menunjukkan kepada kita bahwa kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu: sayatan hijamah (bekam / cantuk / kop), madu dan sundutan api. Hanya saja, Beliau melarang penggunaan sundutan api. Bahkan, Beliau senantiasa diseru oleh penduduk langit agar memerintahkan umat manusia untuk berbekam. Bekam, oleh Nabi dikatakan memiliki keampuhan dalam mengobati berbagai macam penyakit.
Dari penjelasan di atas, tampak bahwa Islam tidak hanya mengatur masalah ibadah mahdhah dan akhlak (moral) saja, akan tetapi mengatur pula masalah-masalah lainnya termasuk kesehatan dan pengobatan. Karenanya, hendaknya kita senantiasa mengikuti petunjuk wahyu dalam setiap perbuatan termasuk dalam upaya memelihara kesehatan dan mengobati penyakit.
Saat ini, klinik-klinik atau jasa kesehatan yang mengikuti petunjuk wahyu mulai bermunculan; hijamah yang dilengkapi dengan obat-obatan alami (herbal). Hijamah (bekam / cantuk / kop) tidak lagi dilakukan secara tradisional dengan menggunakan alat dari tanduk binatang, tetapi telah dibuat alat-alat yang diproduksi pabrik yang penggunaannya lebih mudah, praktis dan memenuhi standar kesehatan modern. Sedangkan, Obat-obatan herbal dibuat sedemikian rupa dan tidak dicampur dengan bahan-bahan kimia sintetis agar tidak menimbulkan gangguan bagi organ-organ tubuh. Obat-obatan herbal itu sendiri merupakan pengembangan dari proses terbentuknya madu yang berasal dari ramuan berbagai macam jenis bunga dan buah-buahan. Sehingga sifat alamiahnya tetap terjaga dan tidak memberikan efek yang membahayakan organ tubuh.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai orang yang beriman dalam menjalani segala aktifitas termasuk dalam hal kesehatan dan pengobatan mengikuti petunjuk wahyu (Al Quran dan As Sunnah). Sebab, setiap apa yang kita kerjakan pasti dicatat oleh Allah, sedikit maupun banyak, baik maupun buruk. Allah SWT berfirman:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az Zalzalah [99]: 7-8)
Semoga kita selalu diberi kesehatan oleh Allah. Jika Allah memberi kita sakit, semoga sakit itu menjadi penghapus dosa-dosa kita, dan semoga kita dapat melakukan pengobatan dengan mengikuti petunjuk wahyu. Kita berlindung kepada Allah dari pengobatan yang dilarang-Nya. Saatnya kitahidup sehat secara alamiah dan ilahiyah. Wallahu a’lam. {AK}
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )