KIat Dahsyat menjadi Da'i Hebat

KIat Dahsyat menjadi Da'i Hebat

Beli Rumah Tanpa Modal Malah dapat Penghasilan

Jumat, 31 Oktober 2008

Tulislah Artikel dan jadilah Pakar di bidang yg Anda tekuni


Saya ingin memulai dengan sebuah pertanyaan. Kemana anda pergi jika mata anda sedang sakit?

Anda pasti akan menjawab pergi ke dokter. Jawaban anda benar, tapi kurang tepat. Mestinya anda pergi ke dokter spesialis mata.

Siapapun akan berusaha mencari yang terbaik bagi diri mereka dan orang-orang yang dicintainya. Mereka lebih suka mendapatkan sesuatu dari pakar dalam bidangnya. Misalnya jika anda akan membeli komputer, anda akan mencari toko komputer. Dan bukan sekedar toko komputer biasa, tapi toko komputer yang kredibel, yang terpercaya, yang membuat kawan anda merekomendasikannya pada anda.

Kredibilitas dan citra positif sangat penting. Sebagai seorang pebisnis internet, anda juga harus mampu membangun citra sebagai seorang pakar. Dengan begitu pengunjung situs web anda akan lebih mudah mengikuti saran dan sugesti anda.

Jika anda ingin dianggap pakar, ada cara mudah yang bisa anda tempuh. Dengan cara ini anda akan meyakinkan orang bahwa anda memang ahli dalam bidang anda. Caranya gampang: tulislah artikel!

Saat pengunjung membaca artikel anda, mereka akan menanggapinya. Mereka menganggap tulisan anda sebagai gambaran pribadi anda. Jika tulisan anda bagus, pengunjung akan menganggap anda memang ahli. Saat mereka butuh bantuan, mereka akan datang pada diri anda. Dan anda siap dengan sejumlah solusi. Dijamin mereka pasti akan percaya.

Baik, sekarang cobalah menulis artikel anda. Saya memiliki formula agar anda dapat menulis artikel bagus sekaligus meyakinkan pembaca. Cobalah empat cara ini.

1. Mulai artikel anda dengan mengungkapkan masalah yang dialami pembaca. Misalnya, seorang pebisnis internet telah menghabiskan banyak uang untuk berpromosi, namun belum mendapat keuntungan.
2. Jelaskan dampak-dampak dari masalah tersebut. Misalnya, jika seorang pebisnis terlalu banyak kehilangan banyak uang akan berpengaruh pada kesehatan bisnis yang akhirnya bisa membuat bisnis internet yang dikelolanya terhenti. Bukan itu saja, bisa juga bahkan berpengaruh terhadap kesehatan pribadinya.
3. Uraikan masalah itu dengan sederhana. Yakinkan pembaca bahwa masalah tersebut dapat diatasi dan situasi akan menjadi lebih baik.
4. Akhiri artikel anda dengan saran yang mencerahkan. Jangan lupa, gunakan kalimat yang menggugah dan memotivasi. Dengan begitu pembaca akan senang dan segera bergerak menyelesaikan masalahnya.

Jika anda posting artikel, usahakan jangan terlalu panjang. Membaca di layar komputer tidak senyaman membaca hasil print out. Kadang mata menjadi lebih mudah lelah. Karena itu, gunakan uraian antara 300 hingga 500 kata.

Saat anda menulis, sebaiknya juga menggunakan kalimat pendek. Hindari kalimat yang menggunakan banyak tanda koma. Tanda koma akan menyulitkan pembaca memahami tulisan anda.

Mudah kan? Bagaimana pengalaman anda dalam menulis artikel selama ini?(www.faqihsyarif.com atau www.formulabismis.com/?id=faqihsyarif )












Kekayaan= GIGIH + H


Kekayaan = GIGIH + H

Menurut A’a Gym Keberkahan harta adalah bonus dari kekayaan GIGIH. Apa yang dimaksud dengan kekayaan GIGIH itu ?
1. Kaya Ghirah ( Semangat ) ; Semangat adalah energi yang tak ada habisnya.Tak mengenal patah di tengah jalan dan tak tersentuh putus asa. Semua ini buah dari keimanan yang kokoh karena selalu yakin akan kekuasaan dan pertolongan dari Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu yaitu Allah SWT.Keceriaan wajahnya, tutur kata yang bertenaga, sorot mata yg optimis, pemikiran yang solutif, sikap yg gigih dan penuh semangat adalah wujud dari pribadi yang kaya akan ghirah kebaikkan. Bahasa lain dari ghirah adalah Antusiasme. Antusiasme adalah percikan yang menyalakan api keinginan anda. Antusiasmelah yang membuat perbedaan! Antusiasme membuat anda merasa bagus dan memberi anda perasaan bahwa “ saya bangun dan siap untuk pergi !” di dalam diri Anda , antusiasme menghasilkan suatu sensasi kehidupan dan semangat untuk menjalani setiap hari dengan semaksimal mungkin. Antusiasme memberi Anda kepercayaan diri untuk mengekspresikan keyakinan Anda kepada dunia, dan merupakan pancaran daya tarik yang Anda alami ketika Anda berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpi anda yang paling luar biasa. “ Untuk menjadi antusias, yang perlu dilakukan hanya bertindak antusias!”. Anda adalah manusia biasa, dan oleh karena itu Anda harus menjadi kondisi yang Anda cari. Jadi mulai saat ini, putuskan untuk menjadi dan bertindak antusias, untuk menjadi bersemangat terhadap apapun yang yang Anda suka lakukan, untuk menjadi pencinta kehidupan, untuk menjalani kehidupan sepenuhnya, dan untuk menjadi bahagia. Ingatlah selalu bahwa jika tekad Anda telah bulat, maka langit adalah batasnya.... jadi hiduplah dengan penuh gairah!.
2. Kaya Input ( masukan ilmu, wawasan dan pengalaman ) ; Tak ada artinya kekayaan sebanyak apapun apabila tak disertai kekayaan ilmu; Ilmu Mengenal Allah,mengenal Rasul, ilmu mengenal diri, ilmu mengenal arti hidup, dan pelbagai ilmu lainnya yang berjalan tentang sunnatullah.Ciri orang yg kaya dengan ilmu dan pengalaman, bukan tampak dari penampilan dan asesoris, atribut, serta sebutan, tetapi tampak dari kecemerlangan berpikir, akhlak dan kerendahan hati dalam menyumbangkan solusi terbaik dengan tulus.
3. Kaya Gagasan ; Semakin kaya dengan gagasan semakin melimpah ide. Alhasil, semakin leluasa menikmati hidup penuh solusi dan karya.Kunci dari kreativitas sangat berkaitan dengan semangat menggebu untuk menghimpun ilmu baru, pengalaman baru,wawasan baru,sahabat baru, suasana baru yang memperkaya kemampuannya ntuk melahirkan gagasan baru yang orisinal dan solutif.
4. Kaya Ibadah ; Kita memang diciptakan untuk menjadikan segala aktivitas menjadi ibadah. Itulah tugas inti kita di dunia yang hanya sekali dan sebentar.Syarat ibadah adalah niat dari apa pun yang kita lakukan harus benar karena Allah semata. Aktivitas apa pun yang kita perbuat harus benar di jalan yang diridhainya.
5. Kaya Hati ; Apalah artinya rumah yang luas dan lapang apabila hatinya sempit. Apalah artinya penampilan yang indah apabila hatinya buruk. Apalah artinya bangunan yang megah apabila hatinya hina. Apalah artinya harta yang melimpah apabila hatinya miskin dari kebaikkan dan kemuliaan.Ketentraman bathin dan kebahagiaan hidup tak diberikan oleh Allah, kecuali kepada orang yang berhati bersih, qolbun salim
Maka Bonusnya adalah Kaya harta ; Renungkan : Jika ada seseorang yg hidupnya penuh semangat membara, memiliki ilmu yang luas, pengalaman yg banyak, serta penuh dgn gagasan dan ide yg kreatif. Kelebihannya disertai dgn kekayaan amal ibadah dihiasi kekayaan hati yg tak tersentuh sombong, iri dengki,benci, dan dendam, kecuali hati yg tulus, penuh kasih sayang. Alhasil betapa efektifnya hari-hari yg dilalui. Jadi, perkara menjemput rezki yg halal berkah dan melimpah menjadi amat mudah dan indah.Memang Kekayaan harta yg berkah sesungguhnya adalah Bonus dari KEKAYAAN GIGIH. ..Subhanallah.
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Bagaimana Agar Uang Mengejar Kita


Bagaimana agar membuat uang mengejar kita ?
Setidaknya ada lima unsur untuk membuat uang mengejar kita sebagaimana yg disampaikan oleh Mr Tung Desem Waringin:
1. Kita harus mempunyai nilai tambah ; Misalkan saja anda jualan Kikil. Apa kelebihannya atau nilai tambah dibandingkan dengan kikil yang lainnya. Dan nilai tambah ini harus benar-benar dimengerti oleh pelanggan anda. Sebab tidak ada gunanya menyebutkan nilai tambah itu kalau pelanggan tidak merasakannya. Bagi karyawan agar bisa naik gaji tiga kali dalam setahun maka juga harus membuat nilai tambah diantaranya bisa dipercaya, menghasilkan lebih daripada yang kita terima, lebih dari karyawan yang lain, inisiatif dan berprilaku menyenangkan. Perlu diingat, prinsip mengenai nilai tambah : “ Hidup adalah nilai tambah, tapi kalau semua hidup, berarti hidup bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar. Jujur adalah nilai tambah, tapi kalau semua jujur, berarti bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar. Mencapai target 100 % adalah nilai tambah, tapi kalau semua mencapai target 100%, berarti mencapai target 100% bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar”. Catatan penting bila anda tidak mempunyai nilai-nilai tambah, mulailah mengubah dan menambah.

2. Harus dikomunikasikan ; Sekalipun kita punya nilai tambah, tetapi bila tidak dikomunikasikan, orang tidak akan mengetahuinya. Bila orang tidak tahu, perkembangan bisnis anda akan sangat lambat.Banyak orang yang mempunyai bisnis, dengan produk atau jas yang mempunyai nilai tambah dibanding produk lain, tetapi tidak mengomunikasikannya, baik melalui promosi maupun dengan cara lain. Akibatnya, produk atau jasa tadi tidak laku dipasaran.
3. Kepada orang yang tepat ; Bila kita sudah mempunyai produk atau jasa yang mempunyai nilai tambah itu maka nilai tambah itu harus dikomunikasikan kepada orang yang tepat. Sebab tidak ada gunanya memiliki nilai tambah, bila kita mengkomunikasikan hal itu kepada orang yang bukan target pasar produk atau jasa itu. Tidak ada gunanya promosi mobil jaguar kepada pengemis dipinggir jalan. Dengan segenap kelebihannya pun mobil tadi akan sulit sekali terjual.
4. Dalam jumlah yang banyak ; Apabila anda menghendaki uang mengejar anda, anda harus mengkomunikasikan nilai tambah anda kepada orang yang tepat dalam jumlah yang banyak. Prinsipnya adalah, kalau anda mau menjual, yang membeli minimal harus ada dua,sedangkan bila anda mau membeli, yang menjual minimal harus ada dua. Akan sulit kalau kita harus mengejar-ngejar orang agar orang tersebut mau membeli produk atau jasa kita. Jauh lebih menguntungkan kalu orang mengejar-ngejar kita, untuk memperebutkab barang kita yang terbatas.
5. Dengan cara yang tepat ; Cara yang tepat itu meliputi isi promosi yang tepat, sarana promosi yang tepat, kemudian waktu dan tempat yang tepat. Isi Promosi yang tepat harus memiliki rumus USP. U adalah Ultimate Advantage, artinya harus kita sampaikan secara jelas nilai tambah yang ada.. Sensational Offer, kita harus memberikan penawaran, hadiah, diskon, serta limit atau batas. Sediakan hadiah yang mempunyai kesan harga yang jauh lebih mahal daripada harga sesungguhnya. Limit atau batas dalam hal ini akan membuat orang segera bertindak bila mereka benar-benar berminat Powerful Promise , Ketika orang mau membeli atau memberikan uangnya kepada kita, mereka khawatir apakah yang dibeli bermanfaat atau tidak.Uang yang dikeluarkan itu berarti atau tidak. Kalau kita yakin bahwa produk atau jasa kita benar-benar bermanfaat, kita harus berani memberikan garansi uang kembali atau dobel garansi. Berikutnya adalah sarana promosi yang tepat, waktu dan tempat yang tepat.

(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Minggu, 26 Oktober 2008

Mendidik Anak agar Taat Allah dan Rasul-Nya

Mendidik Anak Untuk Taat pada Allah dan Rasul-Nya

Menjadi orangtua pada zaman globalisasi saat ini tidak mudah. Apalagi jika orangtua mengharapkan anaknya tidak sekadar menjadi anak yang pintar, tetapi juga taat dan salih. Menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah tidaklah cukup. Mendidik sendiri dan membatasi pergaulan di rumah juga tidak mungkin. Membiarkan mereka lepas bergaul di lingkungannya cukup berisiko. Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang bijak dan arif untuk menjadikan anak-anaknya taat pada syariah?

Asah Akal Anak untuk Berpikir yang Benar

Hampir setiap orangtua mengeluhkan betapa saat ini sangat sulit mendidik anak. Bukan saja sikap anak-anak zaman sekarang yang lebih berani dan agak ‘sulit diatur’, tetapi juga tantangan arus globalisasi budaya, informasi, dan teknologi yang turut memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak.

“Anak-anak sekarang beda dengan anak-anak dulu. Anak dulu kan takut dan segan sama orangtua dan guru. Sekarang, anak berani membantah dan susah diatur. Ada saja alasan mereka!”

Begitu rata-rata komentar para orangtua terhadap anaknya. Yang paling sederhana, misalnya, menyuruh anak shalat. Sudah jamak para ibu ngomel-ngomel, bahkan sambil membentak, atau mengancam sang anak agar mematikan TV dan segera shalat. Di satu sisi banyak juga ibu-ibu yang enggan mematikan telenovela/sinetron kesayangannya dan menunda shalat. Fenomena ini jelas membingungkan anak.

Pandai dan beraninya anak-anak sekarang dalam berargumen untuk menolak perintah atau nasihat, oleh sebagian orangtua atau guru, mungkin dianggap sebagai sikap bandel atau susah diatur. Padahal bisa jadi hal itu karena kecerdasan atau keingintahuannya yang besar membuat dia menjawab atau bertanya; tidak melulu mereka menurut dan diam (karena takut) seperti anak-anak zaman dulu.

Dalam persoalan ini, orangtua haruslah memperhatikan dua hal yaitu: Pertama, memberikan informasi yang benar, yaitu yang bersumber dari ajaran Islam. Informasi yang diberikan meliputi semua hal yang menyangkut rukun iman, rukun Islam dan hukum-hukum syariah. Tentu cara memberikannya bertahap dan sesuai dengan kemampuan nalar anak. Yang penting adalah merangsang anak untuk mempergunakan akalnya untuk berpikir dengan benar. Pada tahap ini orangtua dituntut untuk sabar dan penuh kasih sayang. Sebab, tidak sekali diajarkan, anak langsung mengerti dan menurut seperti keinginan kita. Dalam hal shalat, misalnya, tidak bisa anak didoktrin dengan ancaman, “Pokoknya kalau kamu nggak shalat dosa. Mama nggak akan belikan hadiah kalau kamu malas shalat!”

Ajak dulu anak mengetahui informasi yang bisa merangsang anak untuk menalar mengapa dia harus shalat. Lalu, terus-menerus anak diajak shalat berjamaah di rumah, juga di masjid, agar anak mengetahui bahwa banyak orang Muslim yang lainnya juga melakukan shalat.

Kedua, jadilah Anda teladan pertama bagi anak. Ini untuk menjaga kepercayaan anak agar tidak ganti mengomeli Anda—karena Anda hanya pintar mengomel tetapi tidak pintar memberikan contoh.

Terbiasa memahami persoalan dengan berpatokan pada informasi yang benar adalah cara untuk mengasah ketajaman mereka menggunakan akalnya. Kelak, ketika anak sudah sempurna akalnya, kita berharap, mereka mempunyai prinsip yang tegas dan benar; bukan menjadi anak yang gampang terpengaruh oleh tren pergaulan atau takut dikatakan menjadi anak yang tidak ‘gaul’.

Tanamkan Akidah dan Syariah Sejak Dini

Menanamkan akidah yang kokoh adalah tugas utama orangtua. Orangtualah yang akan sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak. Rasulullah saw. bersabda:

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).

Tujuan penanaman akidah pada anak adalah agar si anak mengenal betul siapa Allah. Sejak si bayi dalam kandungan, seorang ibu bisa memulainya dengan sering bersenandung mengagungkan asma Allah. Begitu sudah lahir, orangtua mempunyai kesempatan untuk membiasakan si bayi mendengarkan ayat-ayat al-Quran. Pada usia dini anak harus diajak untuk belajar menalar bahwa dirinya, orangtuanya, seluruh keluarganya, manusia, dunia, dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah. Itu sebabnya mengapa manusia harus beribadah dan taat kepada Allah.

Lebih jauh, anak dikenalkan dengan asma dan sifat-sifat Allah. Dengan begitu, anak mengetahui betapa Allah Mahabesar, Mahaperkasa, Mahakaya, Mahakasih, Maha Melihat, Maha Mendengar, dan seterusnya. Jika anak bisa memahaminya dengan baik, insya Allah, akan tumbuh sebuah kesadaran pada anak untuk senantiasa mengagungkan Allah dan bergantung hanya kepada Allah. Lebih dari itu, kita berharap, dengan itu akan tumbuh benih kecintaan anak kepada Allah; cinta yang akan mendorongnya gemar melakukan amal yang dicintai Allah.

Penanaman akidah pada anak harus disertai dengan pengenalan hukum-hukum syariah secara bertahap. Proses pembelajarannya bisa dimulai dengan memotivasi anak untuk senang melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah, misalnya, dengan mengajak shalat, berdoa, atau membaca al-Quran bersama.

Yang tidak kalah penting adalah menanamkan akhlâq al-karîmah seperti berbakti kepada orangtua, santun dan sayang kepada sesama, bersikap jujur, berani karena benar, tidak berbohong, bersabar, tekun bekerja, bersahaja, sederhana, dan sifat-sifat baik lainnya. Jangan sampai luput untuk mengajarkan itu semua semata-mata untuk meraih ridha Allah, bukan untuk mendapatkan pujian atau pamrih duniawi.

Kerjasama Ayah dan Ibu

Tentu saja, anak akan lebih mudah memahami dan mengamalkan hukum jika dia melihat contoh real pada orangtuanya. Orangtua adalah guru dan orang terdekat bagi si anak yang harus menjadi panutan. Karenanya, orangtua dituntut untuk bekerja keras untuk memberikan contoh dalam memelihara ketaatan serta ketekunan dalam beribadah dan beramal salih. Insya Allah, dengan begitu, anak akan mudah diingatkan secara sukarela.

Keberhasilan mengajari anak dalam sebuah keluarga memerlukan kerjasama yang kompak antara ayah dan ibu. Jika ayah dan ibu masing-masing mempunyai target dan cara yang berbeda dalam mendidik anak, tentu anak akan bingung, bahkan mungkin akan memanfaatkan orangtua menjadi kambing hitam dalam kesalahan yang dilakukannya. Ambil contoh, anak yang mencari-cari alasan agar tidak shalat. Ayahnya memaksanya agar shalat, sementara ibunya malah membelanya. Dalam kondisi demikian, jangan salahkan anak jika dia mengatakan, “Kata ibu boleh nggak shalat kalau lagi sakit. Sekarang aku kan lagi batuk, nih…”


Peran Lingkungan, Keluarga, dan Masyarakat

Pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anak belumlah cukup untuk mengantarkan si anak menjadi manusia yang berkepribadian Islam. Anak juga membutuhkan sosialisasi dengan lingkungan tempat dia beraktivitas, baik di sekolah, sekitar rumah, maupun masyarakat secara luas.

Di sisi inilah, lingkungan dan masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Masyarakat yang menganut nilai-nilai, aturan, dan pemikiran Islam, seperti yang dianut juga oleh sebuah keluarga Muslim, akan mampu mengantarkan si anak menjadi seorang Muslim sejati.

Potret masyarakat sekarang yang sangat dipengaruhi oleh nilai dan pemikiran materialisme, sekularisme, permisivisme, hedonisme, dan liberalisme merupakan tantangan besar bagi keluarga Muslim. Hal ini yang menjadikan si anak hidup dalam sebuah lingkungan yang membuatnya berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi dia mendapatkan pengajaran Islam dari keluarga, namun di sisi lain anak bergaul dalam lingkungan yang sarat dengan nilai yang bertentangan dengan Islam.

Tarik-menarik pengaruh lingkungan dan keluarga akan mempengaruhi sosok pribadi anak. Untuk mengatasi persoalan ini, maka dakwah untuk mengubah sistem masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam mutlak harus di lakukan. Hanya dengan itu akan muncul generasi Islam yang taat syariah. Insya Allah.

Sembilan Tips Mendidik Anak Taat Syariah
1. Tumbuhkan kecintaan pertama dan utama kepada Allah.
2. Ajak anak Anda mengidolakan pribadi Rasulullah.
3. Ajak anak Anda terbiasa menghapal, membaca, dan memahami al-Quran.
4. Tanamkan kebiasaan beramal untuk meraih surga dan kasih sayang Allah.
5. Siapkan reward (penghargaan) dan sanksi yang mendidik untuk amal baik dan amal buruknya.
6. Yang terpenting, Anda menjadi teladan dalam beribadah dan beramal salih.
7. Ajarkan secara bertahap hukum-hukum syariah sebelum usia balig.
8. Ramaikan rumah, mushola, dan masjid di lingkungan Anda dengan kajian Islam, dimana Anda dan anak Anda berperan aktif.
9. Ajarkan anak bertanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban untuk dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan dakwah Islam.
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Senin, 20 Oktober 2008

Tiga Kiat Praktis Mewujudkan Ide Cemerlang

Tiga Langkah Praktis mewujudkan Ide cemerlang

Sudah sampai mana kemajuan bisnis internet anda? Anda sudah punya situs web? Sudah join di berapa forum? Atau bahkan anda sudah punya banyak produk? That’s good. Bisnis internet itu intinya cuma satu, segera bertindak! Apapun ilmu yang anda dapat, berapapun ilmu yang anda pelajari, tidak ada ada gunanya kalau tidak segera dipraktekkan!
Langkah pertama anda akan menentukan sejauh mana keberhasilan anda. Anda pasti pernah nonton moto GP atau Formula 1. Valentino Rossi dan Schumacher tidak akan bisa jadi juara kalau mereka tidak melakukan start yang bagus. Artinya, kecepatan langkah pertama sangat menentukan kesuksesan yang mereka raih. Begitu juga dalam dunia bisnis. Siapa cepat dia dapat! Maksud saya, kecepatan anda dalam merintis bisnis akan memberi nilai tambah yang lumayan untuk kesuksesan anda.
Menjadi pelopor itu lebih baik daripada pengekor. Ya, karena produk pelopor inilah yang akan terus diingat orang. Nah, sekarang ide apa yang ada di kepala anda? Apa rencana untuk bisnis anda ke depan? Segera wujudkan! Segera eksekusi!
Banyak orang berbondong-bondong terjun di bisnis internet. Banyak orang menginvestasikan waktu dan tenaga mereka di depan monitor komputer. Tapi, tidak banyak yang bisa berhasil gemilang. Kenapa? Karena jarang ada yang bisa mengawal ide bisnis sampai ke puncak sukses. Kita terlalu lambat melangkah dan terlalu banyak berpikir. Padahal pada dasarnya, kita cuma learning by doing. Belajar sambil bekerja. Benar, sambil terus belajar kita juga harus mengerjakan apa yang sudah dipelajari. Dengan begitu, apapun ide yang anda telurkan bisa segera dierami dan menetas sempurna.
Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda bertindak cepat? Bisnis anda melaju pesat? Apapun yang anda pikirkan sudah benar-benar dilaksanakan?
Begini, lebih baik sekarang anda koreksi dulu perjalanan bisnis anda. Apakah anda sudah mendapatkan apa yang anda mau? Kalau anda sudah merasa cukup dengan apa yang anda peroleh sekarang, silakan anda stop sampai di sini. Jangan buang waktu anda yang berharga. Tidak perlu baca tulisan saya ini. Tapi, jika anda belum puas dengan kondisi anda sekarang, anda wajib meneruskan membaca artikel ini.
Tidak banyak orang yang bisa mengeksekusi apa yang ada di pikiran mereka. Mewujudkan ide menjadi uang! Mengubah waktu dan tenaga menjadi investasi yang terus berlipatganda nilainya. Saya yakin setiap saat anda pasti memikirkan ide-ide cemerlang untuk kebebasan finansial anda, untuk kemajuan bisnis anda. Tapi, sejauh mana anda melangkah? Sudah sampai mana ide cemerlang itu berjalan?
OK, saya tidak akan bertele-tele. Ada tiga cara praktis yang bisa anda lakukan untuk membuat anda bertindak sigap.
1. Cukup pikirkan satu ide saja
Meski sekarang di kepala anda ada banyak ide bisnis internet yang luar biasa hebat, anda tetap harus pilih satu ide saja. Ya, pilih ide yang paling hebat! Mudah dilancarkan dan pasti menguntungkan.
Kunci kesuksesan adalah fokus. Nah, khawatirnya jika anda memilih banyak ide untuk dijalankan, anda tidak bisa fokus. Harus kita akui sebagai manusia kita pnya banyak keterbatasan. Kalau satu ide saja belum berhasil kita kawal sampai sukses, bagaimana bisa menjalankan banyak ide?
2. Jangan merasionalisasi ide anda
Salah satu cara gagal dalam berbisnis adalah dengan merasionalisasi ide. Misal, anda membuat ebook. Dan anda jual ebook tersebut seharga 50 ribu. Lalu anda bertanya pada diri sendiri, “bukankah ebook ini terlalu murah? Ah! ebook ini tidak layak kalau dijual 50 ribu. Mungkin walaupun diberikan gratis pun tidak ada yang mau. Mungkin lebih baik saya cari saja ide yang lain!”
Buang semua hal yang bisa mengancam kesuksesan ide anda. Meski itu datangnya dari diri anda sendiri. Pemikiran demikian ini biasanya perwujudan dari rasa malas yang berusaha mencegah anda untuk bekerja keras. Percayalah! Banyak godaan yang akan hadapi dalam berbisnis. Termasuk hambatan yang datang dari dalam diri sendiri. kita tidak boleh lemah. Jangan berpikir bahwa ide yang lain lebih baik dari yang anda pilih sekarang. Anda tidak akan pernah tahu seberapa hebat hasil yang akan anda peroleh, jika anda tidak mencobanya. Yang penting segera melangkah! Jangan terlalu banyak pertimbangan.
3. Jangan terlalu konsentrasi pada hal sepele
Marketing atau pemasaran memang menjadi ujung tombak keberhasilan sebuah produk. Apapun produk yang anda punya entah berupa jasa maupun barang, anda perlu strategi marketing jitu untuk membuat dagangan anda laris.
Tapi, sayangnya, umumnya para pemilik produk terlalu konsentrasi pada hal lain di luar masalah pemasaran ini. Contoh, terkadang kita bingung berhari-hari hanya untuk menentukan ”warna mana yang cocok untuk sampul ebook saya?” Bisa biru, coklat, hitam, putih… dll.
Terlalu lama berpikir untuk hal sepele bisa menjebak diri anda sendiri. Padahal untuk menyelesaikan masalah sampul, anda bisa mengambil keputusan cepat. Atau jika anda kebingungan, lebih baik minta pendapat teman atau saudara anda. Itu lebih bagus daripada anda sibuk mengurusi warna ebook. Ada hal lain yang lebih penting, misal urusan promosi dan iklan.
Nah, sekarang saya tunggu ide brilian anda. Sejauh mana anda bisa mewujudkan ide yang ada di benak anda sekarang? Kapan anda mau mengeksekusi ide itu? Kalau bisa sekarang kenapa menunggu besok? Saya percaya setiap pemikiran, ide, dan kreativitas pasti menyimpan potensi sukses yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mewujudkannya.
Jangan heran kalau Aqua dari Danone saja bisa sukses dan mendunia. Padahal ide dasarnya sederhana, cuma jualan air putih. Benar-benar simpel kan? Tapi kenapa produsen Aqua bisa kaya? Nah, sekarang kita buktikan saja kalau ide-ide yang kita punya juga bisa membuat kita sukses.
Jangan lupa untuk beri tahu saya kalau anda sudah sukses… OK?
Salam action!(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Senin, 13 Oktober 2008

Cinta sejati seorang Ibu

Cinta Sejati Seorang Ibu Terhadap Anaknya

Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, dia pandai bersyair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :

"Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang.
Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang di ufuk barat.
Kalaulah tidak karena terlalu ramai orang menangis di sampingku
ke atas mayat-mayat mereka, niscaya aku bunuh diriku."

Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diberi ilmu bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mendidik anaknya sejak kecil agar jangan takut menghadapi peperangan.

Pada tahun 14 Hijriyah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah sebanyak 41.000 orang tentara. Khansa telah mengerahkan keempat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuang tentara Islam.

Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan ke medan perang, "Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara-saudaramu, aku tidak pernah merendahkan keturunan kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahwasaya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa."

Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang artinya, "Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, mudah-mudahan menjadi orang yang beruntung." Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat ibu yang disayanginya.

Selanjutnya Khansa berkata, "Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah kamu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncaknya ketika terjadi pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal."

Subuh besoknya semua tentara Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah yaitu shalat Subuh, kemudian berdoa semoga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abi Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap-siap. Perang satu lawan satu pun berlangsung dua hari. Pada hari ketiga dimulailah pertempuran besar-besaran. 41.000 orang tentara Islam melawan tentara Farsi yang berjumlah 200.000 orang. Pasukan Islam mendapat perlawanan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah.

Putera-putera Khansa maju untuk merebut kesempatan memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari ibunya, mereka tidak sedikit pun merasa takut. Sambil mengacung-acungkan pedang, salah seorang dari mereka bersyair, "Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan memberikan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bermakna dan bermanfaat. Insya Allah akan kita buktikan sebentar lagi."

Kemudian ia maju menghadang setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menghadang setiap musuh. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair, "Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu kami. Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur musuh-musuh bersama-sama Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah."

Anak Khansa yang ketiga pun segera melompat dengan beraninya dan bersyair, "Sungguh ibu kami kuat keinginannya, tetap tegas tidak goyah. Beliau telah mengingatkan kita agar bertindak cakap dan berakal cemerlang. Itulah nasihat seorang ibu terhadap anak-anaknya. Mari! segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri. Dapatkan kemenangan yang bakal membawa kegembiraan di dalam hati. Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi."

Terakhir anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul kakak-kakaknya untuk memberikan semangatnya ia pun bersyair, "Bukanlah aku putera Khansa', bukanlah aku anak laki-laki. Dan bukanlah pula karena 'Amru yang pujiannya sudah lama terkenal. Kalau aku tidak membuat tentara asing yang berkelompok-kelompok itu terjungkal ke jurang bahaya, dan musnah musuh oleh senjataku."

Bertempurlah keempat putera Khansa dengan tekad yang bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat ibunya yang berada di garis belakang. Pertempuran semakin hebat. tentara Islam pada mulanya kebingungan dan kacau karena pada mulanya tentara Farsi menggunakan tentara bergajah di barisan depan, sementara tentara berjalan kaki berlindung di belakang gajah itu. Namun tentara Islam dapat mencederai gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bagian tubuh lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, menginjak-nginjak tentara Farsi yang lainnya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari tunggang-langgang menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah telak, dari 200.000 tentaranya hanya sebahagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri.

Umat Islam lega. Kemudian mereka mengumpulkan tentara Islam yang gugur. Ternyata yang mati syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7.000 orang. Dari 7.000 orang syuhada itu terbujur empat orang anak Khansa. Seketika itu juga tentara Islam datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak goyah. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan, "Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!".

Al-Khansa kembali ke Madinah bersama para prajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelar kehormatan 'Ummu syuhada yang artinya ibu dari orang-orang yang mati syahid.
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Cinta Perlu bukti

Bukti cinta kepada Allah
Oleh. N. Faqih Syarif H
 
Di antara sekian banyak peperangan yang terjadi di awal sejarah Islam,
Perang Uhudlah yang paling banyak menyimpan kenangan dan pelajaran. Pada
saat itu ummat Islam mengalami kekalahan yang sangat fatal, padahal pada
perang itu tentara Islam sempat unggul dan hampir saja mereka dapat
menghalau musuh sekaligus mengalahkannya. Akan tetapi karena kurang
disiplin, akhirnya banyak di antara pasukan Islam yang gugur sebagai
syuhada'. Di antaranya adalah Hamzah, paman Rasulullah saw. Beliau
sendiri mengalami luka yang cukup parah.
 
Di balik hiruk pikuk peperangan, ada kisah menarik yang patut
diperhatikan. Beberapa saat menjelang perang dimulai, Abdullah bin Jahsy
mengajak sahabatnya, Sa'ad bin Abi Waqash untuk berdo'a. Katanya,
"Kenapa engkau tidak berdo'a, memohon kepada Allah?" Mereka berdua
akhirnya mencari tempat yang agak jauh dari pasukan yang lain. Di tempat
yang agak sunyi, mereka berdua memanjatkan do'a.
Yang pertama berdo'a adalah Sa'ad bin Abi Waqqash. Ia berdo'a, "
Tuhanku, jika nanti aku berjumpa dengan musuhku, berilah aku musuh yang
tangguh dan perkasa. Aku berusaha membunuhnya dan dia berusaha pula
membunuhku. Engkau berikan kemenangan kepadaku sehingga aku berhasil
membunuhnya dan mengambil miliknya".
 
Setelah mengaminkan do'a sahabatnya, Abdullah mulai berdo'a: Ya Allah,
berilah aku musuh yang gagah perkasa. Aku berusaha membunuhnya, ia pun
berusaha membunuhku. Kemudian ia memotong hidungku dan telingaku. Kelak
ketika aku berjumpa dengan-Mu, Engkau tentu akan bertanya, siapa yang
memotong hidung dan telingamu? Aku akan menjawab: Keduanya terpotong
ketika aku berjuang di jalan-Mu dan di jalan Rasul-Mu. Ketika itu Engkau
berkata, "Kamu benar."
Setelah berselang beberapa tahun, Sa'ad bin Abi Waqash bercerita kepada
anaknya, "Wahai anakku, do'a Abdullah lebih baik dari do'aku. Petang itu
aku melihat hidung dan telinganya tergantung pada seutas tali".
 
Boleh jadi kita tidak sepakat dengan pendapat Sa'ad, demikian pula
dengan do'a Abdullah bin Jahsy, karena kita mempunyai ukuran yang
berbeda dalam menilai sebuah keberhasilan. Bagi kita, ukuran
keberhasilan dalam perang itu adalah jika kita bisa membunuh
sebanyak-banyaknya musuh dan memenangi peperangan.
 
Sedangkan bagi kedua orang tersebut, perang tidak lebih dari pembuktian
sebuah kecintaan. Perang adalah drama percintaan. Di sini, sebuah
keberhasilan diukur dari seberapa besar pengorbanan seseorang kepada
kekasihnya. Apa yang dibawa ketika bertemu dengan sang kekasih.
 
Do'a yang dipanjatkan oleh Abdullah adalah ungkapan rasa cinta. Ia ingin
ketika menghadap kekasihnya membawa bukti kecintaannya. Ia berharap
kelak nanti sang kekasih bertanya, "Di mana hidung dan telingamu?" Saat
itu dia bisa menjawab, "Keduanya telah kupersembahkan saat membela
(agama)-Mu." Respon balik yang sangat dinanti oleh semua orang yang
kasmaran adalah, "Engkau memang benar, kekasihku".
 
Kecintaan para sahabat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala tak diragukan
lagi. Mereka telah mengorbankan segalanya untuk agama-Nya. Tak
terkecuali, miliknya yang paling berharga, yaitu jiwa sekalipun mereka
korbankan di medan jihad di jalan Allah. Itulah sebabnya, setiap ada
seruan perang, mereka menyambutnya dengan gegap gempita. Mereka tak
sedikit pun merasa takut dan gentar, sekalipun jumlah pasukan musuh
berikut peralatannya jauh lebih canggih. Bagi mereka, syahid merupakan
kehormatan yang terus diupayakan. Dengan cara syahid mereka yakin akan
segera bertemu dengan kekasih Yang Maha Kasih, Allah Swt.
 
Sebagai manusia biasa, mereka juga mencintai istri, anak, dan orang
tuanya. Mereka juga tetap menyenangi dunia, tempat tinggal, pekerjaan,
jabatan, dan status sosial yang disandangnya. Mereka juga mencintai
kehidupan, kesehatan, juga cinta pada diri sendiri. Akan tetapi
kecintaan mereka kepada Allah melebihi segalanya. Segala cinta yang lain
menjadi sirna jika dihadapkan dengan kecintaannya kepada Allah.
 
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika
seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka
melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah
semuanya dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal).
(Surat Al-Baqarah ayat 165)
 
Mush'ab bin Umair adalah seorang pemuda yang baru saja mendapat hidayah
iman. Dengan cara sembunyi-sembunyi ia berusaha menjalankan ibadah
sebagai upaya pengenalannya kepada Allah. Suatu hari orangtuanya
mengetahui tentang keimanannya, mereka memaksa agar anaknya kembali
menyembah tuhan sembahan sebelumnya. Mush'ab muda menolaknya, sehingga
ia rela disekap dalam kamar tanpa diberi makan, minum, dan kesempatan
untuk berbicara. Dengan hukuman itu, orang tuanya berharap agar anaknya
kembali ke ajaran nenek moyangnya. Akan tetapi Mush'ab sudah terlanjur
cinta kepada Allah. Ia tetap bergeming walau menghadapi boikot
orangtuanya.
 
Merasa gagal dengan hukuman tersebut, sang ibu balik unjuk rasa. Di
hadapan anaknya ia bertekad untuk tidak makan sampai anaknya
meninggalkan agama barunya, sehingga sang ibu menjadi lemas dan
berkali-kali pingsan. Mush'ab trenyuh (iba) melihat kondisi kesehatan
ibunya. Dengan perasaan sedih ia tunggui ibunya, sampai pada akhirnya ia
berkata, "Wahai Ibunda, sekiranya Ibunda mempunyai sepuluh nyawa dan
satu persatu nyawa ibunda diambil oleh-Nya, maka aku akan tetap dalam
keimananku."
 
Ternyata pernyataan itu justru mengakhiri mogok makan ibunya. Akhirnya
sang ibu sadar, bujuk rayunya akan berakhir dengan sia-sia, sang anak
akan tetap bertahan pada keimanan barunya.
 
Mush'ab mencintai ibunya sebagiamana layaknya seorang anak kepada
orangtuanya. Akan tetapi jika dihadapkan kepada pilihan, ibu atau Allah,
maka ia lebih memilih Allah. Cinta kepada selain Allah harus dengan
reserve (syarat), sedangkan kecintaannya kepada Allah mutlak tak
bersyarat. Patuh kepada orangtua harus disertai syarat, yaitu selama
tidak berma'shiyat kepada Allah. Dari mana pun datangnya perintah yang
melanggar ketentuan Allah, harus diabaikan, walaupun yang memberi
perintah itu atasan, komandan, panglima, atau bahkan oleh kepala negara.
 
Ketaatan dan kepatuhan kepada selain Allah harus dengan syarat. Adapun
taat kepada Allah berlaku sebaliknya. Dalam keadaan bagaimana pun juga,
bahkan sekalipun bertentangan dengan kemauan dan kehendak semua manusia,
ketentuan Allah itulah yang harus dilaksanakan. Inilah sikap sebagaimana
Allah maksudkan dalam penggalan ayat walladziina aamanuu asyaddu hubban
lillaaah (orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah).
 
Adalah wajar jika kecintaan kepada haruas Allah dinomorsatukan, sebab
Dialah yang menciptakan, menghidupkan, dan memelihara kehidupan manusia
dengan memberinya berbagai fasilitas hidup, mulai dari bumi tempat
berpijak, udara segar, sampai dengan tumbuh-tumbuhan dan aneka binatang.
Semua disiapkan untuk manusia. Yang lebih penting lagi, Dia telah
menurunkan Al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk hidup agar kita tidak
tersesat di tengah jalan.
 
Cinta kepada Rasulullah berada setingkat di bawahnya, karena melalui
Rasulullah Saw manusia dapat mengenali penciptanya, mengenali Islam dan
seluruh ajarannya. Mereka menjadi tahu mana yang benar dan salah, baik
dan buruk, mana yang boleh dan yang terlarang, yang halal dan yang
haram. Melalui perjuangan beratnya kita mendapat petunjuk jalan menuju
Allah swt.
 
Pada suatu hari, seorang sahabat dari Anshar datang menghadap Rasululah
saw, sedangkan ia dalam keadaan yang sangat sedih. Rasulullah menanyakan
keadaannya, "Wahai sahabatku, mengapa kamu kelihatan sangat sedih
sekali?" Lelaki itu menjawab, "Wahai Rasulullah, ada sesuatu yang
mengganjal pikiranku."
 
Rasulullah bertanya lagi "Apa itu?" Jawab sahabat itu, "Pada saat ini
setiap pagi aku dapat menghadap kepadamu, bercanda bersamamu, melihat
wajahmu, dan duduk bersamamu. Tetapi kelak di akhirat nanti aku khawatir
tidak lagi bisa bersamamu. Engkau berada di tempat yang lebih mulia dan
lebih tinggi bersama para nabi, sedangkan kami berada di tempat yang
lebih rendah". Rasulullah terdiam, tidak memberi jawaban sedikitpun juga
sampai kemudian datanglah malaikat Jibril kepada Rasululah sambil
membacakan ayat di bawah ini:
 
Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah,
yaitu para nabi, shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan
orang-orang yang shaleh. Dan mereka itulah teman sebaik-baiknya. Yang
demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui. (QS.An-Nisaa: 69 dan 70)
 
Semoga Allah menumbuhkan dan menyuburkan rasa cinta kepada-Nya dalam
jiwa kita, cinta kepada orang-orang yang mencintai-Nya, dan cinta kepada
segala amal yang menjadikan kita cinta kepada-Nya dan Dia pun cinta
kepada kita.
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Sabtu, 11 Oktober 2008

Rahasia terbesar Internet Marketing

Menyingkap Rahasia terbesar Internet marketing.
Jutaan situs web bersaing untuk menjadi yang nomor satu. Belum lagi, persaingan semakin ketat. Setiap harinya ada ribuan situs web baru bermunculan. Semuanya berusaha mengundang rasa ingin tahu pengunjung, berusaha menarik pengunjung sebanyak mungkin. Otomatis, cara-cara terbaik memikat pengunjung terus dimodifikasi. Harapannya, semakin banyak pengunjung semakin banyak pembeli yang datang. Setiap pemilik situs web mengharapkan apapun yang mereka jual laris manis diborong pengunjung.
Tetapi, apa yang akan terjadi jika semakin banyak pengunjung yang datang dan tidak ada satupun yang beli? Pebisnis internet yang baik harus tahu apa yang bisa memikat pengunjung untuk beli. Maksudnya?
Harta karun paling berharga dalam bisnis adalah ketika anda tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan orang banyak. Tak terkecuali dalam bisnis internet. Tapi, bagaimana caranya tahu apa yang sedang digandrungi orang? Jawabnya simpel. Tanyakanlah! Ya, malu bertanya sesat di jalan. Sesungguhnya ini rahasia besar yang saya simpan khusus untuk anda. Rahasia ini tidak hanya menghasilkan aliran uang tapi juga bisa mendongkrak popularitas anda.
Lalu setelah tahu yang dicari pengunjung, apa yang dilakukan? Pancing mereka dengan barang gratisan. Semua orang suka gratisan. Meski sekarang barang-barang gratisan bertebaran di internet, saya yakin, semuanya masih diminati masyarakat kita. Apalagi umumnya pengguna internet di Indonesia bukan tipe pembeli online. Yang mereka ingin dapat dari internet ya yang gratisan saja. Nah, setelah anda memancing respon mereka dengan produk gratisan, pastikan anda memberi mereka manfaat dengan produk yang anda berikan. Nah, sejauh ini kita sudah bisa menyingkap apa yang diinginkan pengunjung. Benar, barang gratisan! Lalu tahap berikutnya?
Terus tarik pengunjung, dan biarkan pengunjung situs web anda membludak! Jaga kunjungan pengunjung dengan terus memberikan barang yang mereka inginkan. Barang gratisan tidak selamanya merepotkan. Anda bisa kembali buat free ebook. Selama yang anda tulis itu bermanfaat, mereka akan kembali, kembali, dan kembali lagi pada anda. Memberikan barang gratisan ibaratnya juga bisa membuka pintu toko anda lebar-lebar.
Berbisnis di internet berarti anda harus pintar memasang keyword dan iklan. Karena pengunjung tidak bisa langsung melihat keberadaan toko anda saat mereka datang di dunia maya. Mereka datang ke dunia internet melalui satu atau beberapa pintu yang mereka tuju saja. Nah, kalau mereka tanpa sengaja membuka pintu anda, dan tertarik dengan barang gratisan anda, saya yakin mereka pasti akan terus ingat dengan anda.
Sekarang, saatnya fokus pada permintaan pengunjung anda. Berikan apa yang mereka mau! Tak perlu terlalu lama berpikir, nanti anda bisa keduluan pesaing. Juga, tak perlu melakukn persiapan yang ribet. Yang penting ACTION sekarang juga! Pastikan anda secepat mungkin merespon kebutuhan pengunjung anda. segala kekurangan produk anda bisa diurus nanti seiring dengan berkembangnya permintaan dan keinginan pelanggan. Ingat, yang pertama kali menjual adalah yang paling diingat oleh pelanggannya. Hampir pasti setiap pelopor pasti dianggap nomor satu.
Selain itu, anda juga bisa meraba apa yang menjadi favorit pengunjung dari traffic halaman web anda. Silakan periksa halaman web mana yang paling laris dikunjungi? Berarti di situlah letak “keinginan” pengunjung. Sediakan tawaran opt-in list di halaman ini. Agar, anda mudah menjaring mereka lewat newsletter, dan anda bisa mudah meng-update pengetahuan mereka tentang kemajuan situs web anda. Selain itu, anda bisa menawarkan berbagai produk yang anda punya.
Cuma itu sebenarnya yang harus anda lakukan untuk menjadi pebisnis sukses di internet. Kejar “keinginan” pengunjung dan berikan yang mereka inginkan! Pengunjung makin hari pasti makin cerdas. Dan, orang cerdas hanya mau membelanjakan uang mereka hanya demi apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Itu saja!
So, mari mengejar pengunjung!
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Kamis, 02 Oktober 2008

Bersyukurlah dan berkaryalah!


Bersyukurlah dan berkaryalah !Kita semua diberi karunia potensi diri, atau bakat, atau talenta alami. Tentu itu semua harus kita syukuri dan wujud syukur kita kepada Allah SWT tidak hanya berucap Alhamdulillah tetapi berupa amal sholeh atau karya apa saja yang bermanfaat bagi sesama. Rasulullah Saw bersabda, ..”Yang terbaik diantara manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya.” Bacalah sekali lagi sabda Nabi Muhammad saw. Di atas, “..Yang terbaik diantara manusia …”. Luar biasa, ini tidak main-main siapa yang terbaik di antara manusia? “…….adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya.”
Sobat, semangat yang islami adalah “ bagaimana saya bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi sesama.” Jadi, semangat yang islami adalah semangat memberi, bukan semangat meminta, bukan semangat mengumpulkan, apalagi semangat mengeksploitasi orang lain.
Rasulullah Saw bersabda, “ Seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ia makan dari hasil tanaman itu termasuk sedekah baginya, juga bila hasil tanaman itu dicuri atau diambil orang, maka ia termasuk sedekah baginya, ( HR. Muslim ). Dalam riwayat lain, disebutkan,”seorang muslim yang menanam tanaman atau menabur benih, kemudian hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, binatang maupun sesuatu yang lain, maka semua itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat.”
Sobat, hakikat syukur menurut Prof. Dr Quraish Shihab adalah “ menampakkan nikmat sesuai kehendak pemberi, juga menyebut-nyebut dengan baik. Hal ini berarti setiap nikmat yang dianugerahkan Allah SWT, menuntut perenungan untuk apa ia dianugerahkan-Nya, lalu menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan tujuan penganugerahannya.” Untuk mensyukuri nikmat bakat paling tidak ada dua tugas kita yakni :
1. Merenungi dan mengenali apa sebenarnya potensi diri atau bakat kita.
2. Setelah mengenali bakat, lalu memfokuskan diri pada bakat itu dengan cara terus-menerus melatih dan memanfaatkan bakat itu sebagai realisasi tugas khalifatullah fil ardhi.
Apabila kita dengan sepenuhnya memanfaatkan potensi diri kita, mengenalnya, melatihnya, dan memanfaatkannya untuk orang lain, maka kita akan melihat bahwa potensi diri tersebut akan bermanfaat bagi orang lain dan otomatis potensi diri kita juga akan semakin berkembang.
“…. Ya, Tuhanku, Tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal sholeh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan ) kepada anak cucuku. Sesungguhnya, aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” ( TQS Al-Ahqaf(46) : 15).
Sobat, dalam sebuah riwayat dikisahkan, ada seorang laki-laki bertanya kepada Abdullah bin al-Mubarak. Dia berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, aku menderita luka yang mengeluarkan darah di lututku sejak tujuh tahun yang lalu. Aku telah berkonsultasi ke banyak dokter, dan aku pun telah melakukan terapi dengan berbagai macam cara, tetapi masih tidak kunjung sembuh juga.” Ibnul Mubarak menjawab, “ Pergi dan carilah satu tempat di mana orang-orang membutuhkan air. Buatlah sumur di sana. Aku berharap dengan munculnya sumber mata air di sana, semoga Allah memberi kesembuhan kepadamu dan tersumbatlah lukamu yang mengeluarkan darah.” Orang itu pun melaksanakan nasihatnya sehingga dia mengalami kesembuhan. Dengan berkarya, atas izin Allah orang itu sembuh dari luka.
Lalu, apa saja karya dan sumbangsih kita yang telah kita lakukan dan persembahkan bagi agama Allah, bagi sesama, yang merupakan bukti nyata kita sebagai khalifatullah di muka bumi ini? Apa saja prestasi yang pernah kita raih selama ini? Coba ingat karya atau prestasi apa yang pernah kita buat selama ini? Mulai dari Taman kanak-kanak sampai saat ini. Apa saja karya itu, misalnya barang kerajinan, puisi,buku,desain pakaian, mainan anak-anak, hasil otak-atik barang elektronik, suatu bentuk usaha, juara untuk olahraga tertentu, suatu gagasan, suatu konsep, suatu aktivitas, dan sebagainya. Sebutkanlah! Sebutkanlah, sekecil apa pun karya kita, seremeh apa pun karya itu.
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (TQS Az-Zalzalah (99) :7).
Berapa orang kira-kira yang telah memanfaatkan atau tel;ah menikmati karya-karya kita atau yang telah merasakan manfaat dari berbagai prestasi kita? Berap gelintir orang atau berapa puluh orang atau berapa ribu orang atau berapa ratus ribu orang atau berapa juta orang kira-kira yang telah menanfaatkan karya-karya kita?
Sobat, mengasah potensi diri dengan berkarya tidak mengenal usia. Jangan kita beralasan masih terlalu mudah atau sudah terlalu tua. Ghefira Nur Fatimah 7 tahun putrid Aa’ Gym dinobatkan sebagai penulis buku termuda dalam sejarah penerbitan Indonesia oleh MURI. Husei Thabathaba’iy berumur 7 Tahun peraih gelar Doktor Honoris Causa termuda di dunia.
Latihlah bakat atau potensi diri dengan membiasakan diri mencipta karya-karya. Ini artinya menjadikan potensi diri sebagai sumber ide karya. Lalu, targetkan minimal tercipta sebuah karya setiap tiga bulan. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, kita bisa terfokus pada potensi diri atau bakat kita.
Sobat, sebagai penutup tulisan ini kita harus ingat bahwa karya atau prestasi yang monumental terlahir dari bakat yang dibarengi dengan keikhlasan, kesabaran,kerendahan hati,kegigihan,ketekunan, keuletan, dan kreativitas yang luar biasa. Dan yang amat penting dari semua itu adalah bahwa kita berkarya, kita niatkan karena Allah SWt, bukan agar kita terkenal ataupun karena ingin pujian dari sesama. Kebiasaan kita berkarya dari bakat setiap hari dibarengi dengan do’a kepada Allah SWT , Insya Allah akan melahirkan karya-karya yang relaif monumental , yang bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam waktu yang rlatif lama. Bahkan, karya itu lebih lama usianya dari usia kita. Karya itu menjadi amal jariyah. Mudah-mudahan dalam berkarya, selalu kita niatkan sebagai mal sholeh kita.
(www.faqihsyarif.com atau www.motivasiepos.blogspot.com kunjungi juga www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )