Berikan 100% Potensi Anda
Sobat, kita semua bisa maju lebih cepat melalui tapping hidden asset dengan membangun mindset yang tepat. Kita selalu dikelilingi oleh solusi-solusi yang hebat yang bisa menaikkan penghasilan, kekuasaan, pengaruh, dan kesuksesan. Dengan hanya berpikir hal-hal yang sederhana, kita bisa menaikkan prestasi kita asal kita awas dengan potensial-potensial yang ada di sekitar kita.
Sebagai contoh, jika kita ingin berprestasi. Kita jangan terlalu repot ketika kita ingin berprestasi dengan mencari alat dan fasilitas yang baru dan lengkap terlebih dahulu.Jangan dulu berangan-angan mengambil gelar akademis yang baru, membeli mobil mewah, membeli komputer baru yang canggih, merekrut asisten atau partner yang pandai, ataupun mengambil pelatihan teknis di luar negeri karena yang ada diantara dua kuping kita ini sekarang belum tentu 100% sudah terpakai secara efisien.
Sobat, kita lebih baik menacari cara agar 100% dari diri kita mulai datang ke kantor bersama kita untuk berprestasi, bekerja dan menghasilkan. Karena untuk kebanyakan orang, sebagian dari mereka yang paling pandai tertinggal di rumah, di tempat hiburan akhir pekan, di tempat permainan yang menjadi hobi mereka, atau di dunia fantasi mereka. Bila semua bagian diri kita bawa dan kita hadirkan 100 % , ini akan mengubah kekuatan kita dalam membawa hasil dan akhirnya menorehkan prestasi.
Tahukah Anda bahwa :
Anda memiliki jantung yang berdetak 100 ribu kali sehari secara otomotis, serta memompa 1500 galon darah setiap harinya melalui pembuluh darah yang apabila diurutkan dari ujung awal hingga ujung akhir, maka panjangnya akan cukup untuk mengelilingi bumi pada garis equator sebanyak dua kali.
Anda memiliki mata yang mampu mendeteksi lebih dari 10 juta warna yang berbeda secara instan.
Anda memiliki otot yang apabila semuanya bekerja secara bersama-sama, akan memiliki kekuatan daya tarik setara dengan 25 ton.
Anda memiliki otak dengan 100 miliar sel aktif yang saling membentuk koneksi belajar dengan kecepatan 3 miliar koneksi per detik. Artinya dalam satu detik otak anda mampu membuat koneksi lebih banyak daripada koneksi yang dibuat oleh pengguna internet di seluruh dunia dalam 3 hari.
Otak anda hanya membutuhkan daya listrik setara dengan yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu 10 watt, tetapi memiliki kemampuan setara dengan komputer tercanggih saat ini disatukan dalam sebuah gedung bertingkat 100.
Tubuh manusia adalah sebuah Maha Karya cipta yang sungguh luar biasa. Sayangnya, sebagian besar dari kita tidak mampu memaksimalkan apa yang kita miliki tersebut. Kita hanya memanfaatkan sedikit saja yang telah Allah karuniakan.
Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding
anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena
mereka tak sempat lagi mengeluh. Beban kehidupan yang berat
lebih suka mereka jalani daripada disesali. Jika demikian,
apakah anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan
hidup?
Sobat, waspadalah terhadap 5 hal ini, sebab ini akan menghancurkan impian dan harapan anda dan 5 hal ini adalah pemicu utama kegagalan. Kita seringkali ketika mau melakukan sesuatu hal yang positif atau langkah-langkah besar, belum mencoba kita sudah bilang dan memvonis “tidak bisa” , “tidak mungkin” padahal itu adalah pikiran-pikiran abstrak kita sendiri dan kalau kita tidak turuti pikiran-pikiran negatif itu apa pun yang kita lakukan pasti bisa.
Penyakit pertama yang perlu kita waspadai ini adalah depresiasi diri.Ada sebuah kisah fabel dimana dua ekor katak jatuh dalam sebuah kaleng es krim. Sisi-sisi kaleng itu mengkilap dan curam dan krimnya begitu dalam serta dingin. Aduh, “Oh, bagaimana ini?, kata katak yang pertama. Ini udah takdir, tidak ada pertolongan.Selamat tinggal sahabatku! Selamat tinggal, dunia yang menyedihkan” sambil menangis dan mengeluh dan akhirnya tenggelam. Sementara katak yang kedua yang juga sama-sama jatuh di kaleng es krim terus mengayuhkan kakinya untuk berenang. Diam sejenak untuk menyeka wajah dan mengeringkan matanya. “Paling tidak aku akan berenang sejenak” katanya.”Tidak akan membantu dunia, jika satu katak lagi mati.” Satu atau dua jam dia terus mengayuh, menendang dan berenang, tidak sekalipun dia berhenti untuk mengeluh. Tapi terus menendang,berenang dan menendang. Akhirnya membuat es krim di dalam kaleng lambat laun mulai mengeras. Setelah es krim berubah seperti mentega maka meloncatlah katak itu dari kaleng es krim itu. Sobat pelajaran apa yang bisa kita ambil dari fabel ini.Satu hal yang membedakan dua katak dalam fabel di atas adalah cara pandang mereka terhadap dunia di sekelilingnya dan bagaimana mereka bersikap terhadap hambatan yang terjadi.Padahal salah satu unsur penting yang kita perlukan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di sekitar kita, baik itu pekerjaan, masalah keluarga, maupun problema pribadi adalah bagaimana kita memandang masalah tersebut.
Cara kita melihat masalah merupakan masalah itu sendiri. Berpusat pada apa? Berpusat pada apa saja. Yang benar berpusat pada prinsip dan Aqidah Islam yang anda yakini.
Cara pandang ini sangat dipengaruhi oleh informasi apa yang selama ini, secara terus-menerus, masuk ke dalam pikiran kita.Jika selama ini informasi yang masuk ke dalam pikiran, baik melalui bacaan,obrolan, perenungan maupun tontonan adalah hal-hal yang sifatnya memotivasi diri, maka orang tersebut cenderung untuk mengambil hikmah terhadap permasalahan yang terjadi sehingga membuatnya lebih optimis. Lain halnya jika yang masuk ke dalam pikiran adalah informasi-informasi yang cenderung melemahkan diri dan negatif, bacaan yang roman picisan dan sebagainya.Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi dirinya untuk memandang secara optimis terhadap permasalahan yang terjadi.Dr. Ibrahim Elfiky pakar NLP (Neuro Linguistic Programming) memberikan satu peringatan keras ” Awasi Pikiranmu” Oleh karena itu, mulai saat ini juga mari kita kembangkan optimisme untuk memaknakan arti hidup, membangun keluarga, membangun perusahaan, dan membangun masyarakat. Optimisme yang sesungguhnya adalah menyadari masalah serta mengenali pemecahannya.Mengetahui kesulitan dan yakin bahwa kesulitan itu dapat diatasi. Melihat yang negatif tetapi menekankan yang positif. Menghadapi yang terburuk, namun mengharapkan yang terbaik. Mempunyai alasan untuk menggerutu tetapi memilih untuk tersenyum. Ingat tersenyum itu hanya butuh 12 otot sementara cemberut berat bisa sampai 74 otot, ayo pilih mana! Pepatah cina mengatakan,”Daripada mengutuki kegelapan lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan.
Penyakit kedua Dalih Usia, Yang masih muda berdalih ”saya kan masih muda, belum banyak pengalaman,” Yang Tua berdalih ”Aduh, saya nih udah tua mana bisa saya meraih sukses.” Sobat kalau ini jadi dalih bagi mereka yang sukses maka tidak ada yang namanya colonel Sanders pendiri KFC bakalan sukses, karena dia mulai usahanya pada usia pensiun 55 tahun dan baru berhasil di usia 62 tahun. Dia punya hoby masak dan punya resep masakan dia tawarkan dari restoran satu ke restoran lainnya dengan mobil buntutnya dan berapa kali dia mengalami penolakan? 1009 kali. Andai kata dia banyak dalih dan mudah menyerah maka tidak ada yang namanya KFC yang cabangnya udah mencapai 7500 di berbagai negara. Sahabat Nabi Abdullah bin Mas’ud usia 12 tahun beliau abdikan dirinya untuk berdakwah dan berjuang bersama Rasulullah SAW. Dialah sahabat yang pertama kali berani membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an di depan pembesar Quraisy di ka’bah . Ada lagi seorang pemuda yang dikabarkan langsung oleh Rasul bahwa pemuda itu termasuk ahli surga. Suatu hari, Haritsah bin suraqah pergi. Ia kemudian melihat Rasulullah berjalan. Ia lalu menemui beliau. Rasulullah bertanya kepadanya, ”Bagaimana keadaanmu, wahai haritsah?” Ia menjawab , ” Aku benar-benar beriman kepada Allah.” Beliau bersabda, ”Perhatikan apa yang engkau katakan, sesungguhnya dalam setiap perkataan itu terdapat kebenaran.” Hartsah berkata, ”Wahai Rasulullah, aku selalu menjauhkan diriku dari kehidupan dunia. Aku selalu tidak tidur di waktu malam dan selalu berpuasa di sing hari. Seolah-olah aku sedang berada di Arsy Tuhanku, melihat para ahli surga sedang berjalan-jalan di dalamnya, dan melihat ahli neraka sedang menjerit-jerit di dalam neraka.” Beliau bersabda,” Teruskanlah, Allah akan menyinari hatimu dengan keimanan.” Ia berkata,” Wahai Rasulullah, mohonkanlah do’a kepada Allah agar aku bisa mati dalam keadaan syahid.” Lalu Rasulullah SAW mendo’akannya. Suatu hari, ia menunggang kuda perang dan ia juga adalah pasukan berkuda pertama yang mati syahid. Lalu berita kematiannya disampaikan kepada ibunya. Kemudian ibunya mendatangi Rasulullah dan berkata, ” Wahai Rasulullah, jika putraku itu masuk surga, maka aku tidak akan menangis dan tidak kan bersedih. Akan tetapi jika ia masuk neraka, maka aku akan menangis selama aku masih di dunia ini.” Rasulullah bersabda, ”Wahai Ummu Haritsah, sesungguhnya di sana tidak hanya satu surga, akan tetapi ada banyak sekali surga. Sesungguhnya Haritsah itu berada di surga firdaus tertinggi.”Apakah mereka itu pakai dalih usia dalam meraih kebaikan ? Obatnya adalah :
1. Lihatlah usia anda yang sekarang secara positif.Berpikirlah ”Saya masih muda” bukan ” Saya sudah tua”.Berlatihlah memandang ke depan ke cakrawala baru, dan dapatkan antusiasme serta perasaan muda.
2. Hitung berapa banyak waktu produktif yang masih anda miliki. Ingat usia 30 tahun berarti masih ada 80% kehidupan produktif yang dimiliki. Usia 50 tahun berarti masih ada 40% yang terbaik dari tahun-tahun yang penuh peluang yang tersisa. Hidup sebenarnya lebih panjang daripada yang kebanyakan orang duga!
3. Investasikan waktu masa depan anda dalam mengerjakan apa yang benar-benar bermanfaat bagi anda,keluarga dan masyarakat untuk bahagia dunia dan akherat.Terlalu terlambat jika anda membiarkan pikiran anda bersifat negatif dan berpikir bahwa segalanya sudah terlambat. Berhentilah berpikir” Saya seharusnya memulai bertahun-tahun yang lalu.” itu adalah berpikir gagal. Gantilah dengan berpiki ”Saya akan memulai sekarang, tahun-tahun terbaik saya menanti di depan saya” Itulah cara orang sukses berpikir.
Penyakit ketiga Dalih Kesehatan,
”Saya merasa tidak enak badan,” hingga yang lebih spesifik ” Ada yang tidak beres dengan diri saya”. Kesehatan yang ”buruk”, di dalam ribuan bentuknya yang berbeda, digunakan sebagai dalih untuk kegagalan untuk melakukan apa yang seseorang ingin lakukan, kegagalan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar, kegagalan untuk mencapai keberhasilan.Kalau dalih kesehatan ini dipakai maka Indonesia tidak akan pernah punya presiden yang bernama Gus Dur, Apakah beliau pakai dalih kesehatan? Tidak! Ada seorang tokoh musik klasik dunia Bethoven dia Tuli. Tapi dia bisa membuat aransemen musik orkestra yang begitu indah dan merdu untuk didengarkan padahal dia sendiri tidak bisa mendengarkannya. Apakah dia pakai dalih kesehatan? Tentu Tidak! Ada seorang Profesor perguruan tinggi terkenal di dunia yang kehilangan satu lengannya. ” Itu Cuma satu lengan, tapi semangat saya 100 % utuh . Saya bersyukur untuk itu.” Seorang pegolf ulung yang hanya punya satu lengan tapi dia berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa.Ketika ditanya banyak orang yang punya dua lengan tetapi tidak bisa menorehkan prestasi seperi dia. Jawabannya adalah, ”Menurut pengalaman saya, satu lengan dengan sikap yang tepat akan bisa mengalahkan dua lengan dengan sikap yang salah.” Ia benar, Pikirkan tentang pernyataan itu sejenak. Hal ini tidak hanya di lapangan golf, tetapi juga di dalam segi kehidupan. Vaksin untuk mencegah dalih kesehatan adalah :
1. Jangan berbicara tentang kesehatan Anda.
2. Jangan khawatir tenatang kesehatan Anda.
3. Bersyukurlah secara tulus bahwa kesehatan anda baik sebagaimana adanya.
4. Sering-sering ingatkan diri anda, ”Jauh lebih baik letih karena bekerja daripada letih karena menganggur.”
Penyakit keempat Dalih IQ, Kebanyakan dari kita membuat dua kesalahan dasar sehubungan dengan intelegensi :
1. Kita meremehkan kekuatan otak kita
2. Kita terlalu menganggap hebat kekuatan otak orang lain.
Karena kedua kesalahan ini, banyak orang sering merendahkan nilai diri mereka sendiri.Mereka gagal menghadapi situasi yang menantang karena merasa bahwa untuk itu ”diperlukan otak yang cerdas”. Akan tetapi, kemudian datanglah orang yang tidak peduli mengenai intelegensi, dan ia mendapatkan pekerjaan itu. Yang penting sebenarnya bukanlah berapa banyak intelegensi yang anda miliki, tetapi bagaimana Anda menggunakan apa yang benar-benar anda punyai. ”Saya kan Cuma lulusan SMP mana bisa sukses pak.” banyak orang berdalih seperti itu. Kalau dalih ini dipakai maka tidak akan ada pengusaha sukses H. Sukri Adenan, Dia buta huruf tetapi beliau belajar di sekolah kehidupan nyata.Kalau dalih ini dipakai maka tidak akan pernah ada Primagama, LBB yang omzetnya 100M per tahun yang didirikan oleh Purdi E. Chandra yang pernah kuliah di tiga jurusan di PTN ternama di Indonesia tapi dia ndak pernah lulus tapi dia benar-benar belajar dan belajar di sekolah kehidupan nyata sehingga dia berhasil sukses. Kata Dia kita harus berani berimpian, berani belajar, berani mencoba, berani merantau, berani gagal pasti kita akan berani sukses. Jika anda mempunyai cukup ketekunan untuk bertahan pada sesuatu – tugas atau proyek – hingga selesai, maka anda jauh lebih baik daripada orang dengan intelegensi yang menganggur, walaupun intelegensi itu mungkin mendekati genius. Ingat Ketekunan adalah 95 % dari kemampuan. Tiga cara untuk menyembuhkan penyakit dalih intelegensi adalah:
1. Jangan pernah meremehkan intelegensi anda sendiri dan menganggap terlalu tinggi intelegensi orang lain. Berkonsentrasilah pada apa yang anda miliki. Temukan bakat unggul anda.Manejemnilah otak anda daripada khawatir mengenai IQ anda.
2. Ingatkan diri anda beberapa kali setiap hari. ”Sikap saya lebih penting daripada inteligensi saya”Di tempt kerja dan di rumah, praktekkan sikap positif. Kembangkan sikap “Saya Menang”. Manfaatkan intelegensi anda untuk pemakaian positif yang kreatif. Gunakan otak anda untuk mencari cara-cara untuk menang bukan membuktikan bahwa anda kalah.
3. Ingat bahwa kemampuan berpikir jauh lebih bernilai daripada kemampuan mengingat fakta.Gunakan pikiran anda untuk menciptakan dan mengembangkan gagasan, untuk mencari cara-cara baru dan lebih baik untuk mngerjakan segala sesuatunya.
Penyakit kelima Dalih Nasib, Sobat, hampir tidak ada hari yang berlalu tanpa anda mendengar seseorang menimpakan kesalahan pada nasib “buruk” Dan jarang sekali anda tidak mendengar seseorang menghubungkan keberhasilan orang lain dengan nasib “baik”
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” ( QS. Ar-Ra’du ; 11 )
Katakanlah kita diberi jatah seukuran drum, tetapi kalau kita malas tidak bersungguh-sungguh, lalu kita hanya mendapatkan hanya sekadar gayung maka bukan karena kita tidak memiliki jatah rezeki, melainkan kita kurang terampil menjemput jatah kita. Taklukkan dalih nasib dengan dua cara :
1. Terimalah hukum sebab-akibat atau kaidah kausalitas.
2. Jangan menjadi orang yang suka berangan-angan kosong.
Banyaklah Bersyukur!!!
Kenapa kita mesti menyerah sobat! Padahal kita dianugerahi oleh Allah SWT kekuatan dan nikmat yang tidak bakalan kita bisa menghitungnya karena saking banyaknya. Dengan kata lain, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah telapak kaki.
Allah SWT berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 34 :
” Jika kamu menghitung nimat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.”
Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara, dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.
”Dan Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.” ( QS Luqman : 20 )
Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.
“Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan ? ” ( QS Ar-Rahman :13 )
Apakah anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus-menerus tanpa berhenti? Apakah anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah? Coba pikirkan dan renungkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kuli anda yang terbebas dari penyakit lepra, dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak anda yang selalu sehat dan terhindar dri kegilaan yang menghinakan. Apakah Anda ingin menukar mata anda dengan uang 100 M atau emas sebesar gunung merapi, atau menjaul pendengaran anda seharga perak satu bukit? Apakah anda mau membeli istana-istana terindah di dunia dengan lidah anda, hingga anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan anda dengan untaian mutiara dan zamrud sementara tangan anda buntung? Begitulah, sebenarnya kita berada dalam kenikmatan yang tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi kita tidak menyadarinya. Kita tetap merasa resah,suntuk, sedih, dan gelisah, meskipun kita masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat. Sobat, kita acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga kita lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa kita mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal sesungguhnya kita masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya.Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah.
(Spiritual Motivator- N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar